Sanad-Sanad yang Sahih dan Dhaif

Salah satu komponen dalam kesahihan sebuah hadis adalah sanadnya, baik secara ketersambungan antara satu perawi dan yang lain maupun kualitas dari perawi-perawi yang ada dalam sanad tersebut.

Namun penelitian sebuah sanad tentu tidak semudah membalikkan tangan karena biasanya membutuhkan kemampuan khusus dan waktu yang cukup lama. Para ulama dan peneliti hadis yang terbiasa meneliti sanad akan hafal dan menandai sanad mana saja yang sudah bisa dipastikan kesahihannya dan sanad mana saja yang sudah bisa dipastikan kedhaifannya bahkan kebohongannya.

Para ulama hadis membaginya menjadi dua kategori, yakni silsilatudz dzahab dan silsilatul kadzib.

Adapun silsilah dzahab atau silsilah emas, yang disebut Mahmud Thahan dalam Taysir Musthalah Hadis sebagai ashahhul asanid (sanad-sanad yang paling sahih) adalah sebagai berikut.

Pertama, silsilah sanad sahih yang paling tinggi derajatnya adalah sanad Malik dari Nafi’ dari Ibnu Umar. Silsilah sanad inilah yang disebut para ulama sebagai silsilatudz dzahab karena kualitas perawi dan ketersambungannya tidak dapat diragukan lagi.

Kedua, silsilah sanad sahih yang kualitasnya di bawah silsilah dzahab di atas, yaitu riwayat Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas bin Malik.

Ketiga, yang merupakan silsilah sanad sahih yang kualitasnya di bawah kedua silsilah sanad di atas adalah riwayat Suhail bin Abi Shalih dari Ayahnya (Abi Shalih) dari Abu Hurairah RA.

Seperti halnya hadis shahih yang memiliki sanad paling shahih di dalamnya (ashahhul asanid), hadis dhaif juga memiliki sanad paling lemah (auha’ul asanid).

Imam Al-Hakim An-Nisabury menjelaskan dalam kitabnya yang berjudul Ma’rifah fi Ulumil Hadis bahwa ada banyak sekali sanad-sanad yang dianggap paling lemah, baik dalam kategori tingkatan sahabat ataupun dari segi negara (tempat tinggal seorang rawi). Imam As-Suyuthi telah menjelaskannya secara lengkap dalam kitabnya Tadribur Rawi fi syarhi taqrib An-Nawawi.

Baca Yuk:  Hadis Musalsal: Pengertian dan Periwayatannya

Berikut tiga di antara banyaknya sanad lemah yang disebutkan As-Suyuthi sesuai ringkasan yang diberikan oleh Mahmud Thahan berdasarkan sahabat dan negara.

Pertama, sanad yang paling lemah yang dinisbatkan kepada sahabat Abu Bakar RA adalah Shadaqah bin Musa Ad-Dakiki dari Farqad As-Sabahiy dari Murrah bin Thayyab dari Abu Bakar RA.

Kedua, sanad paling lemah yang dinisbatkan pada ahli Syam adalah Muhammad bin Qais Al-Maslub dari Ubaidillah bin Zahr dari Ali bin Yazid dari Al-Qasim dari Abi Umamah.

Ketiga, sanad paling lemah yang dinisbatkan pada sahabat Ibnu Abbas, yaitu As-Sudy As-Saghir Muhammad bin Marwan dari Al-Kalbiy dari Abi Shalih dari Ibnu Abbas. Bahkan As-Syeikhul Islam mengatakan bahwa ini adalah silsilah kadzib bukan silsilah dzahab.

Beberapa sanad sahih dan lemah yang telah kami paparkan di atas adalah hanya kilas singkat pengetahuan agar mempermudah pembaca meneliti hadis dari susunan perawinya. Tetapi karena hadis jumlahnya ratusan ribu dan sanadnya juga sangat kaya, maka kami sarankan untuk lebih mendalami pembahasan terkait sanad dalam ilmu Musthalah Hadis.

Wallahu a‘lam.