Pembagian Hadis Secara Kualitas

Hadis adalah setiap perkataan, perbuataan, atau ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam bahasa lain, hadis ialah setiap informasi yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Misalnya, ketika kita mengatakan “Rasulullah SAW pernah berkata” atau “Rasulullah SAW pernah melakukan..”, secara tidak langsung pernyataan tersebut sudah bisa dikatakan hadis.

Namun persoalannya, apakah pernyataan tersebut benar-benar kata Rasulullah atau tidak? Karena belum tentu setiap informasi yang mengatasnamakan Rasulullah benar-benar valid dan banyak juga berita tentang Rasulullah dipalsukan untuk kepentingan tertentu. Sebab itu, mengetahui kebenaran sebuah informasi yang mengatasnamakan Rasulullah (hadis) sangatlah penting.

Para ulama hadis membagi hadis berdasarkan kualitasnya dalam tiga kategori, yaitu hadis shahih, hadis hasan, hadis dhaif. Urainnya sebagai berikut:

Hadis Shahih
Hadis shahih ialah hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat. Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalahil Hadis menjelaskan hadis shahih adalah:

ما اتصل سنده بنقل العدل الظابط عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة

“Setiap hadis yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.

Hadis Hasan
Hadis hasan hampir sama dengan hadis shahih, yaitu hadis yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit, tidak terdapat syadz dan ‘illah. Namun perbedaannya adalah kualitas hafalan perawi hadis hasan tidak sekuat hadis shahih.

Ulama hadis sebenarnya berbeda-beda dalam mendefenisikan hadis hasan. Menurut Mahmud Thahhan, defenisi yang mendekati kebenaran adalah defenisi yang dibuat Ibnu Hajar. Menurut beliau hadis hasan ialah:

Baca Yuk:  Sanad dan Matan Hadis yang Tertukar: Hadis Maqlub

هو ما اتصل سنده بنقل العدل الذي خف ضبطه عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة

“Hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi adil, namun kualitas hafalannya tidak seperti hadis shahih, tidak terdapat syadz dan ‘illah.”

Hadis Dhaif
Hadis dhaif ialah hadis yang tidak memenuhi persyaratan hadis shahih dan hadis hasan. Dalam Mandzumah Bayquni disebutkan hadis hasan adalah:

وكل ما عن رتبة الحسن قصر  #  فهو الضعيف وهو اقسام كثر

“Setiap hadis yang kualitasnya lebih rendah dari hadis hasan adalah dhaif dan hadis dhaif memiliki banyak ragam.

Dilihat dari defenisinya, dapat dipahami bahwa hadis shahih adalah hadis yang kualitasnya lebih tinggi. Kemudian di bawahnya adalah hadis hasan. Para ulama sepakat bahwa hadis shahih dan hasan dapat dijadikan sebagai sumber hukum.

Sementara hadis dhaif ialah hadis yang lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai sumber hukum. Namun dalam beberapa kasus, menurut ulama hadis, hadis dhaif boleh diamalkan selama tidak terlalu lemah dan untuk fadhail amal.

 

Wallahu a’lam.

Artikel ini juga bisa dibaca di NU Online

Tinggalkan Balasan