Sebagaimana telah maklum dalam amaliah umat Islam di Indonesia adalah membaca surah Yasin dan/atau surah al-Kahfi pada hari Jumat. Keduanya memiliki keutamaan yang sangat besar untuk dibaca. Namun sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk meluangkan waktunya guna membaca kedua surah tersebut sekaligus, sehingga harus memilih salah satunya. Hanya saja, untuk memilih biasanya menjadi pekerjaan berat tersendiri, karena pilihan itu seringkali juga menyulitkan, bukan?

Sore itu, di tengah-tengah obrolan santai, ada seorang bapak setengah baya bertanya kepada saya tentang apakah surat Yasin ataukah Al Kahfi yang paling baik dibaca pada malam atau hari jumat?

Saya katakan saja kepadanya: “Begini pak!” Kataku mengawali penjelasan.

“Baik surah Yasin maupun surah al-Kahfi, keduanya sama-sama bagian dari Al-Quran. Sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam dalam hadis:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ”. أخرجه الترمذى (2910) وقال : حسن صحيح غريب

“Siapa yang membaca satu huruf Al-Quran maka baginya satu kebaikan, di mana kebaikan itu dilipatgandakan pahalanya 10x lipat. Dan Nabi tidak menyatakan الم (alif-lam-mim) satu huruf, melainkan alif 1 huruf, lam 1 huruf dan mim 1 huruf.” (HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut berlaku untuk semua ayat dan surah dalam al-Quran, termasuk surah Yasin dan al-Kahfi.” Bapak itu tampak masih belum memahami arah penjelasan saya.

“Jadi, kalau kita baca  alif-lam-mim (الم)  saja, itu artinya ada tiga huruf yang sudah kita baca. Sekarang silakan dikali 10. Hasilnya sama dengan 30 kebaikan. Nah, menurut bapak antara Surah Yasin dengan Surah Al-Kahfi, kira-kira lebih banyak mana jumlah ayat dan huruf-hurufnya?” Kata saya menjelaskannya sambil mengajaknya berpikir.

Baca Yuk:  Kosakata Hadis dan Catatan Seputar Ilmu Gharibul Hadits

Setelah melihat akhir kedua surat tersebut, si bapak itu pun menjawab, “Tentu lebih banyak Al-Kahfi. Al Kahfi  kan terdiri dari 110 ayat, sementara Yasin hanya 83 ayat.”

“Nah akur ya.. Kalau begitu silakan difikir dan dipilih sendiri, mana yang lebih baik. Yang jelas, orang yang tidak membaca Al-Quran sama sekali, itulah yang tidak baik.” Kata saya memantapkan pemahamannya lagi.

“He..he, ustadz bisa aja!” Katanya sambil tertawa.

Kemudian saya juga ingatkan bahwa yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kaidah tajwid dan tanda baca ketika membaca salah satu dari kedua surah tersebut. Salah satu tanda baca yang sering terabaikan ketika membaca surah Al-Kahfi ataupun Yasin adalah tanda Saktah. Yaitu, berhenti sejenak tanpa bernafas untuk melanjutkan ayat atau kalimat berikutnya. Tanda saktah di surah Al-Kahfi  pada ayat 1-2, sedang di Surah Yasin pada ayat ke-52.

Masih penuh tanda tanya, si bapak bertanya lagi, “Maaf pak, setahu saya kalau bacaaan berhenti itu istilahnya waqof, sedangkan jika bacaannya sambung, istilahnya washal. Lho kok ini berhentinya dengan cara tidak bernafas sejenak  lalu menyambung ke ayat berikut, kenapa bisa begitu?” tanyanya semakin penasaran pada masalah baru seputar waqof.

“Ya… karena riwayat yang kita terima memang seperti itu! Bacaan dengung atau tidak, jelas atau samar, panjang atau pendek, semuanya berdasarkan riwayat yang kita terima apa adanya dari guru-guru Al-Quran yang bersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, atau bahasa gampangnya “Udah dari sononya begitu.” Jawab saya menguji penasarannya.

“Ooh begitu ya…, tapi kenapa ya harus berhenti sejenak tanpa nafas?” Tanya si bapak penuh penasaran.

Sebenarnya bisa saja saya jawab bahwa di antara hikmahnya adalah agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami makna atau tafsir ayat. Tapi biar simple, sambil bercanda, saya jawab: “Sebab kalau berhenti tanpa nafasnya kelamaan bisa menyebabkan kematian, pak!”

Baca Yuk:  Makna dan Hikmah Gerhana Berdasarkan Sunnah Nabi

Obrolan singkat sore itu pun ditutup dengan penuh tawa dan pemahaman yang memuaskan bagi bapak itu. Indahnya membaca al-Quran. Tak ada satupun huruf dan suara yang sia-sia. Semuanya berpahala yang berlipat ganda.

Selamat bermalam jumat dengan membaca al-Quran!

No more articles