Selama ini, yang disebut hari raya dalam Islam terkesan hanya dua, yaitu hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Karena, keduanyalah yang memang paling raya dalam perayaannya. Hal itu juga karena memang Nabi secara lugas menegaskan bahwa hari raya Idul Fitri dan Idul Adha memang hari raya yang secara spesial datangnya dari Allah, sebagai pengganti hari rayanya orang-orang musyrik.

عَنْ أنس قَالَ كَانَ لأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ مِنْ كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا، فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ، قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى “(رواه أبو داود)

Dulu, kalian memiliki dua hari raya setiap tahunnya untuk main-main. Sekarang Allah telah menggantikan keduanya dengan yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (HR. Abu Dawud)

Dari hadis tersebut memang yang paling spesial adalah hari Idul Fitri dan Idul Adha. Di samping karena datangnya dari Allah langsung dan spesial untuk kita, umat Islam (lakum), juga keduanya adalah pembeda dari tradisi bersama antara muslim dan non-muslim. Keduanya disebut ‘id, bukan sekedar yaumun azhim, karena memang terjadi secara sama persis, berulang, rutin tahunan. Demikian para ulama seperti Ibnu Manzhur, al-Harawi, al-‘Aini, Ibnu Taimiyah, dan Ibnul Qayyim menjelaskan.

Para ulama tersebut juga menyatakan bahwa yang disebut ‘id adalah identik dengan kumpul-kumpul. Hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dirayakan dengan berkumpul dan makan-makan. Idul Fitri dirayakan dengan makan sebagai tanda usai menjalankan puasa. Sedangkan Idul Adha dirayakan dengan makan sembelihan kurban. Cara perayaan ‘id dengan kumpul makan-makan ini didasarkan riwayat Umar bin Khattab (w23 H) dalam khutbah ‘id-nya;

عن أبي عبيد مولى ابن أزهر: أنه شهد العيد يوم الأضحى مع عمر بن الخطاب رضي الله عنه فصلى قبل الخطبة ثم خطب الناس فقال يا أيها الناس إن رسول الله صلى الله عليه و سلم قد نهاكم عن صيام هذين العيدين أما أحدهما فيوم فطركم من صيامكم وأما الآخر فيوم تأكلون نسككم (رواه البخاري)

Baca Yuk:  Metode Imam As Sakhawi Meneliti Hadis Populer

Abu Ubaid Maula Bani Azhar pernah merayakan Idul Adha bersama Umar bin Khattab. Ia shalat sebelum khutbah ‘Id, lalu dilanjutkan dengan khutbah di hadapan jamaah. Ia menyampaikan, “Jamaah, sungguh Rasulullah saw telah melarang kalian dari puasa pada dua hari raya ini. Salah satunya adalah karena hari berbuka dari puasa (Ramadhan), sedangkan satunya lagi adalah hari makan-makan sembelihan kurban kalian.” (HR. al-Bukhari)

Lalu bagaimana dengan hari-hari besar dan raya yang lainnya? Adakah dan bolehkan dirayakan? Bagaimana cara merayakannya? Berikut adalah beberapa hadis Nabi tentang hari raya dan perayaannya.

Untuk mencari hari raya dalam hadis Nabi, sedikitnya ada dua kata kunci, yaitu ‘id dan yaum azhim.Melalui kerja takhrij dengan bantuan kedua kata kunci tersebut dapat diketahui ada hari-hari raya, selain Idul Fitri dan Idul Adha. Hanya saja, tidak sespesial hari kedua hari raya tadi. Hari-hari raya yang lain itu bermula dari tradisi atau adat dan budaya pra Islam, namun direstui oleh Nabi, sehingga menjadi sunnah.

Hari jumat juga menjadi hari raya yang disebut langsung oleh Nabi. Ia disebut ‘id karena perayaannya terjadi secara berulang, rutin mingguan. Kejadiannya sama setiap minggunya. Cara perayaannya adalah dengan berkumpul di satu tempat raya (masjid) untuk melakukan ibadah Jumat. Nabi menyebut Jumat sebagai ‘id, sebagaimana dalam hadis,

قال أبو عبيد ثم شهدت مع عثمان بن عفان فكان ذلك يوم الجمعة فصلى قبل الخطبة ثم خطب فقال يا أيها الناس إن هذا يوم قد اجتمع لكم فيه عيدان فمن أحب أن ينتظر الجمعة من أهل العوالي فلينتظر ومن أحب أن يرجع فقد أذنت له (رواه البخاري)

Masih dari Abu Ubaid yang merayakan ‘Id dengan Utsman bin Affan dan bertepatan dengan hari Jumat. Pada saat khutbah setelah shalat, ia menyeru, “Jamaah, hari ini terjadi dua hari raya (‘id) sekaligus. Orang-orang bukit yang ingin menunggu shalat jumat , silakan menunggu. Siapa yang ingin pulang (tidak melakukan Jumatan), maka aku telah mengizinkannya.” (HR. al-Bukhari)

Baca Yuk:  Inilah “Penemu" Ilmu Hadis Riwayah dan Dirayah

Hadis yang sama menyatakan,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ قَدِ اجْتَمَعَ فِى يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ  (رواه أبو داود وابن ماجه)

Selanjutnya, hari Asyura juga merupakan ‘id bagi orang Yahudi, namun hari besar atau hari raya (yaum) menurut umat Islam. Budaya perayaan hari Asyura sebenarnya telah muncul sejak masa Jahiliyyah di Makkah sebagai perayaan penggantian kiswah dan di Madinah sebagai perayaan kemenangan Nabi Musa atas Firaun. Nabi selalu merayakannya sejak sebelum diutus menjadi Rasul hingga hampir akhir hayatnya. Perayaannya adalah dengan puasa.

عن أبي موسى قَالَ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صُومُوهُ أَنْتُمْ (رواه مسلم)

Abu Musa al-Asyari mengisahkan bahwa hari Asyura adalah hari besarnya orang Yahudi. Mereka menjadikannya sebagai ‘id (perayaan bersama tahunan). Nabi bersabda, “Berpuasalah kalian pada hari itu.” (HR. Muslim)

Bagi orang Yahudi dan Nasrani, hari Asyura dilakukan selalu dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Umat Islam pada awalnya di Madinah juga merayakannya apda hari yang sama. Namun setelah terjadi hal-hal yang tidak disukai karena kesamaan hari tersebut, akhirnya Nabi memutuskan pada tahun ke-9 H untuk mengajukan perayaan Asyura pada tanggal 9 Muharram.

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ (رواه مسلم)

Berikutnya hari-hari besar lain yang tidak disebutkan secara jelas namanya, namun diakui oleh Nabi sebagai budaya hari raya dan hari besar. Nabi pun menghormatinya. Yang jelas, memperingati hari-hari besar adalah bagian dari syiar Islam yang diajarkan oleh Islam untuk berdakwah. Yang penting, tujuan peringatannya adalah meningkatkan kesabaran dan rasa syukur kepada Allah.

وَذَكِّرْهُمْ بِاَيَّامِ اللهِ اِنَّ فِي ذَلِكَ لَاَيَاتٍ لِكًلِّ صَبَّارٍ شَكُوْرٍ (إبراهيم: 5)

 

No more articles