Ini Doa Ketika Terjadi Gerhana

Gerhana adalah salah satu fenomena alam yang terjadi pada bulan atau matahari. Ia merupakan kejadian luar biasa yang tampak pada bulan atau matahari karena tidak seperti biasanya. Hal luar biasa yang dimaksud adalah dalam masalah penampakannya. Bulan atau matahari yang seharusnyatampak jelas, menjadi tidak tampak, alias gelap sebagian atau seluruhnya dilihat dari bumi.

Masing-masing benda alam sebenarnya memiliki fase atau silus tertentu untuk menampakkan hal-hal yang di luar kebiasaannya. Gunung menjadi luar biasa dengan letusannya berikut segenap prosesnya, yang kemudian disebut dengan erupsi. Demikian pula dengan bintang, hujan, angin, bumi, tanah, dan air. Semuanya memiliki fase-fase mengalami hal yang luar biasa, dan memiliki sebutan yang khas.

Khusus pada matahari dan rembulan, kejadian luar biasa itu salah satunya dinamai dengan gerhana. Dalam bahasa Inggris ia disebut dengan eclipse (ada solar eclipse, ada pula lunar eclipse). Sedangkan dalam bahasa Arab, ia dikenal dengan sebutah Khusuf (خسوف)  untuk gerhana bulan, dan kusuf (كسوف) untuk gerhana matahari.

Sebagian masyarakat, dengan pola pikir alamiahnya, seringkali mengaitkan gerhana dengan hal-hal magis dan mistik. Tidak jarang muncul klenik-klenik unik terkait dengan gerhana. Apalagi setiap fenomena alam yang tampak pada suatu benda-benda alam selalu memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap fenomena alam lain. Gerhana misalnya, memiliki pengaruh terhadap terjadinya air laut pasang. Hal itu, dirasakan besar dan cukup mengusik rasa dan keyakinan manusia.

Pada masa Nabi, juga demikian. Budaya Arab saat itu juga percaya bahwa gerhana matahari merupakan tanda alam terkait kelahiran atau kematian orang besar. Tepat, di akhir masa hidup Nabi, keyakinan itu baru berhasil dibabat habis oleh Nabi. Saat terjadi gerhana matahari, meninggallah putera Nabi yang bernama Ibrahim, hasil pernikahannya dengan Maria al-Qibtiyah.

Di satu sisi, masyarakat Arab semakin yakin bahwa gerhana memiliki keterkaitan erat dengan kelahiran dan kematian orang besar. Di sisi lain, hal itu tampak bahwa Allah sengaja menampakkan kekuasaannya untuk menghilangkan keyakinan keliru masyarakat hingga ke akar-akarnya. Ketika mereka merasa bahwa keyakinannya benar, justru kesempatan bagi Nabi untuk meluruskannya.

Baca Yuk:  Ini Lho Beda Al Quran dan Hadis Qudsi

Nabi yang sedang berduka, mencoba menjelaskan dengan bijak dan santun bahwa kematian puteranya itu sama sekali bukan karena gerhana. Melainkan, keduanya adalah kehendak Allah. Gerhana terjadi semata-mata sebagai kehendak Allah untuk menampakkan kekuasaannya, agar manusia kembali mengingatNya bahwa matahari dan bulan tidak memiliki kekuatan apapun.

Allah mengingatkan umat manusia melalui gerhana bahwa Dialah pencipta matahari dan bulan serta Pengatur kedua benda langit itu. Dengan gerhana, Allah meminta umat manusia kembali merenungkan kekuasaan Allah, menyucikan diri dari keyakinan-keyakinan yang tidak didasarkan pada keesaan dan kekuasaannya, serta mengagungkanNya, dan banyak meminta ampun atas dosa-dosa yang selama ini mereka perbuat.

Hal itu dapat dilakukan dengan cara bedoa sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad saw,

عن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله، لا ينخسفان لموت أحد ولا لحياته، فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله، وكبروا، وصلوا، وتصدقوا» . (رواه البخاري:1044)

“Sungguh, matahari dan rembulan adalah dua di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Ia tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, dan bershalatlah, serta bersedekahlah!” (HR. Al-Bukhari, No. 1044, dan Muslim, no. 901)

وعن أبي موسى رضي الله عنه قال: «خسفت الشمس فقام النبي صلى الله عليه وسلم فزعا يخشى أن تكون الساعة، فأتى المسجد فصلى بأطول قيام وركوع وسجود ما رأيته قط يفعله، وقال: هذه الآيات التي يرسل الله لا تكون لموت أحد ولا لحياته، ولكن يخوف الله بها عباده، فإذا رأيتم شيئا من ذلك فافزعوا إلى ذكره ودعائه واستغفاره» رواه البخاري (1059، ومسلم :912)

“Saat itu terjadi gerhana matahari. Nabi pun segera berdiri khawatir hari itu telah terjadi kiamat. Segeralah Nabi ke masjid dan shalat sangat; berdiri, rukuk, sujud dengan sangat lama. Belum pernah aku melihat shalat beliau yang selama itu. Setelah itu, beliau bersabda, ‘Tanda-tanda kekuasaan Allah (gerhana) ini bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Melainkan, semata-mata karena Allah ingin menakuti hamba-hambaNya. Kerena itu, jika kalian melihat sebagian saja dari gerhana itu, maka segerelah berdzikir, berdoa, dan beristighfar.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca Yuk:  Begini Cara Para Sahabat Agar Khusyuk Beribadah

Berdasarkan petunjuk hadis di atas, ketika terjadi gerhana, beberapa hal yang harus kita lakukan adalah Berdoa kepada Allah, yaitu dengan cara Berdzikir, Bertakbir, Beristighfar.

Sebagaimana pesan Nabi, bahwa gerhana tidaklah sepatutnya dikaitkan dengan hal-hal mistis berbau mitos dan klenik. Untuk mengalihkannya dan menyucikan diri dari keyakinan-keyakinan yang tidak benar, dapat dilakukan dengan berdoa kepada Allah. Dengan berdoa, otomatis keyakinan kita tetap terjaga, bahwa Allah sematalah Sang Pelaku dan Pengatur kejadian gerhana itu.

Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa pelaksanaan hadis tersebut adalah sebagaimana hadis

ووقع في حديث ابن عباس عند سعيد بن منصور “فاذكروا الله وكبروه وسبحوه وهللوه”

“Berdzikirlah, bertakbirlah, bertasbihlah, dan bertahlillah.”

Praktisnya, hal itu dapat dirangkum dalam sebuah doa yang dibaca berulang-ulang sampai habisnya gerhana,

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله، الله أكبر

Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallaahu Allahu Akbar.

 

“Maha suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan, melainkan Allah. Allahlah Yang Maha Besar.”

Demikianlah praktik dzikir atau doa yang diperbanyak untuk dibaca saat terjadi gerhana.

Selain berdoa, hal-hal lain yang sangat dianjurkan oleh Nabi berdasarkan hadis di atas adalah, Shalat Gerhana, Bersedekah, dan Memerdekakan Budak.

Selamat mengerjakan, semoga gerhana kali ini benar-benar mampu meningkatkan ketakwaan dan kedekatan kita kepada Allah.