Islam adalah agama yang mudah! Agama yang memberikan banyak pilihan, terutama dalam berdoa. Ada banyak pilihan dalam berdoa. Yang intinya adalah dalam berdoa itu, sebaiknya disertai dengan puji-pujian kepada Allah, ungkapan syukur kepadaNya, lalu kemudian kita memohon apa yang kita butuhkan. Dan, jangan lupa, sebaiknya diakhiri dengan puji-pujian lagi.

Di bulan Ramadhan ini ada doa yang bakal kita ulang-ulang setiap hari, salah satunya dalah doa ketika berpuasa.

Di masyarakat, kita mendapati ada yang berdoa seperti ini,

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

(Allohumma laka shumtu, wa bika amantu, wa ala rizqika aftortu, bi rohamtika ya Arhamar-Rahimin)

Ada pula yang berdoa seperti ini,

الَّلهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

(Allohumma laka shumtu, wa ala rizqika aftortu, dzahabaz-zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.)

Doa yang kedua ini merupakan gabungan dari dua doa yang ada dalam hadis tentang berbuka puasa.

Dalam beberapa hadisnya, Nabi dikabarkan memiliki banyak doa yang redaksinya berbeda-beda, namun substansinya sama, yaitu berisi pujian, lalu doa dan pujian lagi. Biasanya doa itu berupa ungkapan syukur dan permohonan ampunan dan pahala.

Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Mu’adz bin Zahrah secara mursal, namun tetap sah diamalkan,—apalagi  menurut sebagian ulama, hadis mursal dapat dijadikan hujah—Nabi Muhammad saw ketika berbuka puasa, biasa berdoa seperti ini,

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

(Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftortu)

“Ya Allah, karenaMu aku berpuasa. Dengan rizkiMu aku berbuka.” (HR. Abu Dawud)

Baca Yuk:  Catatan-Catatan Seputar Hadis Kencing Unta

Imam Ibnu al-Sunni meriwayatkan dari Mu’adz bin Zahrah juga secara mursal, bahwa terkadang Nabi berdoa seperti ini saat menjelang berbuka puasa,

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَعَانَنِيْ فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِيْ فَأَفْطَرْتُ

(Alhamdu lillahil-ladzi a’anani fa shumtu, wa rozaqoni fa aftortu.)

“Segala puji bagi Allah yang telah menolongku untuk berpuasa, dan telah memberiku rizki untuk berbuka.”

Kemudian, Imam Ibnu al-Sunni meriwayatkan hadis lain tentang doa berbuka yang dinukil oleh Sayyidina Ibnu Abbas dari Nabi Muhammad saw., seperti ini,

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

(Allahumma laka shumna, wa ‘ala rizqika aftorna, fa taqobbal minna, innaka Antas-sami’ul ‘Alim)

“Ya Allah, karenaMu aku berpuasa. Dengan rizkiMu, aku berbuka. Aku mohon terimalah [ibadah dan doa] kami, karena Hanya Engkaulah Yang Mahamendengar dan Mahamengetahui.”

Sayyidina Ibnu Umar, salah seorang sahabat kesayangan Nabi dan juga adik ipar Nabi serta dikenal sebagai sahabat yang paling mirip perilakunya dengan Nabi. Apapun yang dilakukan oleh Nabi, pasti beliau tirukan. Dalam hal ini beliau berdoa yang redaksinya berbeda dari redaksi doa Nabi ketika berbuka puasa,

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ

(Allohumma inni as’aluka bi rohmatikal-lati wasi’at kulla syai’in, an taghfiro li)

“Ya Allah, aku memohon kepadaM dengan kasih sayangMu yang meliputi segala sesuatu, mohon ampunilah aku!”

Demikianlah, ada banyak pilihan doa ketika berbuka puasa. Tidak harus sama persis redaksinya dengan redaksi yang digunakan oleh Nabi. Seandainya doanya wajib dan harus sama persis dengan redaksi doa yang diucapkan Nabi, niscaya sahabat Ibnu Umar tersebut sudah tidak akan berdoa dengan redaksi lain. Bahkan, ketika berdoa dengan bahasa Indonesia atau Inggris pun, hal itu tetap dianjurkan, justru akan lebih baik karena ia memahami apa yang ia pinta. Begitu mudahnya beragama Islam!

Baca Yuk:  Tarhib Ramadhan dan Selamat Ramadhan, Sunnah atau Bidah?

Kemudian, mengenai kapan waktunya berdoa dengan doa tersebut, apakah menjelang makan atau saat makan, atau setelah makan? Tidak ada keharusan waktu tertentu, apakah sesudah atau sebelum makan. Yang ada adalah saat berbuka. Waktu berbuka itu lebih panjang dan lebih luas daripada waktu makan.

إنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ (رواه ابن ماجه)

“Sungguh, orang yang berpuasa pada saat berbuka itu memiliki doa yang tidak tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah)

Kata عند فطره (saat berbuka) tidak mutlak dimaknai saat makan buka puasa. Melainkan pada saat berbuka, entah setelah, sebelum atau tengah makan.

Semua doa di atas, sangat cocok, tepat, dan sangat mungkin dibaca, baik pada saat menjelang, di tengah-tengah, atau usai makan. Semuanya berisi pujian, ungkapan syukur dan kebahagiaan serta permohonan. Yang terpenting adalah, awali segala sesuatu dengan menyebut nama Allah, minimal dengan bismillahirrahmanirrahim.

Selamat berbuka puasa!

No more articles