DOA SAAT MELIHAT HILAL AWAL BULAN

Doa adalah kebutuhan ruhani kita. Manusia itu terdiri dari dua unsur, yaitu fisik dan non-fisik. Atau, unsur jasmani dan ruhani. Unsur jasmani kita butuh makan, minum, gerak, udara, istirahat, dan ruang. Sedangkan ruhani kita, butuh asupan juga berupa doa, dzikir, ketenangan, motivasi, dan sejenisnya.

Agama Islam, mengatur seluruh asek kehidupan manusia, baik yang menyangkut unsur jasmaninya maupun ruhaninya. Lebih-lebih urusan ruhani, ia menjadi perhatian utama ajaran agama. Karena, unsur ruhaniah seseorang ini akan kekal, meskipun unsur jasmaninya telah hancur lebur berkalang tanah.

Unsur jasmani atau tubuh kita itu akan mengalami perubahan yang cukup menyolok seiring dengan perjalanan waktu. Setiap hari kondisi fisik kita pasti berubah, entah itu lebih panjang, lebih lebar, lebih susut, lebih keriput, lebih mulus, lebih kuat atau lebih lemah, dan seterusnya.

Setiap pekan, setiap bulan, hingga setiap tahun, pasti ada perubahan fisik yang kita rasakan. Namun, sayangnya perubahan fisik itu tidak kita rasakan dan tidak kita syukuri karena dianggap perubahan yang natural, alamiah, dan wajar-wajar saja sehingga tidak perlu diperhatikan secara khusus. Padahal, jika kita mengiringi perubahan fisik itu dengan pendidikan ruhaniah, maka ia akan terasa nikmat selalu dan menjadi perubahan yang positif dan bernilai ibadah.

Umumnya, orang baru merasa ada perubahan fisik saat bertambah usia yang dihitung berdasarkan tahun. Momen ulang tahun, seringkali dijadikan sebagai momen untuk bermuhasabah diri. Memerhatikan diri, baik secara jasmani maupun ruhani. Namun, jika menunggu satu tahun, tentu hal itu terlalu lama. Untuk berinstorspeksi diri, kenapa harus menunggu tahun depan, saat usia telah bertambah 360 hari, atau jatah umur telah berkurang 360 hari.

Baca Yuk:  Abu Hurairah: Sosok Mulia yang Misterius

Nabi Muhammad mengajarkan kita untuk muhasabah diri, secara jasmaniah maupun ruhaniah minimal setiap bulan. Bahkan, Nabi mencontohkannya setiap pekan, dengan puasa senin sebagai peringatan bahwa beliau telah bertambah usianya, dengan begitu seharusnya sudah banyak perubahan positif dalam dirinya, baik seara jasmani maupun ruhani. Puasa senin dilakukan Nabi karena bertepatan dengan hari lahirnya, bukan tahun lahir.

Di samping itu, momen lain adalah yang penting untuk dijadikan muhasabah diri pada setiap awal bulan. Pada saat pergantian bulan, kita hendaknya bisa merasakan perubahan itu. Pembagian bulan menjadi dua belas bukanlah karangan manusia, melainkan sudah menjadi ketentuan Allah. Dia pulalah yang  menentukan cara mengetahui pergantian bulan. Yaitu, dengan perubahan bentuk rembulan, mulai dari berbentuk anak bulan atau hilal, hingga menjadi bulan sempurna atau purnama, lalu menjadi bulan sabit tua dan kembali lagi ke anak bulan.

Hilal atau anak bulan merupakan tanda awal masuknya bulan baru. Umumnya, umat Islam memantau kemunculan anak bulan itu setiap hendak memasuki bulan Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah. Namun, sebenarnya hal itu tidak terbatas pada ketiga bulan itu saja, melainkan juga berlaku untuk bulan-bulan lain.

Oleh karena itu, setiap melihat anak bulan (hilal), kita dianjurkan untuk berdoa. Nabi Muhammad biasa berdoa seperti ini setiap kali melihat hilal awal bulan,

اللهم أهِلَّه علينا باليمن والإيمان والسلامة والإسلام، ربي وربك الله. (رواه الترمذي حسن صحيح)

Ya Allah jadikan awal bulan ini dengan penuh keamanan dan keimanan, serta keselamatan dan keislaman untuk kami. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah! (HR. al-Tirmidzi)

Dalam kesempatan lain, doa Nabi seperti ini,

الله أكبر، اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام والتوفيق لما تحب وترضى، ربنا وربك الله. (رواه الدارمي)

Baca Yuk:  Cara Para Sahabat Melatih Anak-anaknya Berpuasa

Allah Mahabesar. Ya Allah, jadikan awal bulan ini dengan penuh keamanan dan keimanan, serta keselamatan dan keislaman, juga bimbingan menuju apapun yang Engkau sukai dan Engkau ridlai untuk kami. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah! (HR. al-Darimi)

Kadang saat melihat hilal, seperti ini ekspresi Nabi,

هلال خير ورشد، هلال خير ورشد، هلال خير ورشد، آمنت بالله الذي خلقك (رواه أبو داود)

Bulan kebaikan… bulan kebaikan… bulan kebaikan! Aku beriman kepada Allah yang telah menciptakanmu. (HR. Abu Dawud)

Setelah itu, beliau berdoa seperti ini,

الحمد لله الذي ذهب بشهر كذا وجاء بشهر كذا….

Segala puji bagi Allah yang telah membuat rampung bulan lalu (sebut nama bulannya), dan memulai bulan ini (sebut nama bulan yang baru saja masuk).

Demikianlah tata cara berdoa di setiap awal bulan.

Nah, yuk kita praktikkan sekarang! Semoga berkah bulan-bulanmu sepanjang tahun! Amin

No more articles